Baccarat glass_Baccarat Live Entertainment_Baccarat Techniques_Football betting rules_Baccarat odds

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Sorong(Indonesia)Casino

“Ah, eBaccaratnBaccaratBaccaratggak kok. Nggak penting.” *sambil sok sibuk main HP*

Bukannya hobi bertengkar setiap hari, tapi kalian sering berdebat tentang hal-hal kecil. Kalian juga sering beradu argumen tentang isu-isu yang lebih besar. Tapi mendadak dia mengiyakan semua yang kamu katakan. Mana kata-katanya semakin irit pula, seolah malas ngobrol denganmu. Wah, sudah jelas dia sedang kesal tuh.

“Pergi ke mana?”

“Hehe. Bisa aja kamu.”

“Ay, kamu katanya mau cerita tadi?”

Apakah dia sering melamun saat bersamamu? Sering tidak nyambung diajak ngobrol, seolah-olah pikirannya terbang padahal raganya di sisimu? Atau mungkin kamu sering mendapatinya sedang menatapmu berlama-lama dengan ekspresi kosong? Barangkali di pikirannya dia sedang memikirkan sikap atau kata-katamu yang membuatnya terluka. Mungkin juga dia sedang bergulat dengan perasaan apakah dia akan memaafkan atau siap-siap memutuskan saat kamu tak segera peka. Hehe

“Mau beli popcorn nggak?”

“Beb, kita nonton film ini yuk?”

“Oh, ya udah aku anterin yuk? Nanti pulangnya aku jemput.”

“Bulu tangkis sama anak-anak.”

“Kamu mau rasa apa, Yang? Caramel mau?”

“Kalau pemilu milihnya cuma lima tahun sekali. Kalau kamu, aku pilih setiap hari.”

Bukan rahasia, bahwa cewek sering kesulitan mengungkapkan isi hati, apalagi kalau soal tersingung atau terluka. Alasannya juga tidak selalu sama. Ada yang demi menghindari pertikaian, merasa tak nyaman mengungkapkan perasaan, atau ada juga yang memang ingin dimengerti tanpa harus bilang-bilang.

Namun, cewek juga punya sifat khas yang sebenarnya mudah dimengerti apa maknanya. Misalnya saat dia terluka atau tersinggung, pasti ada yang berbeda dari gerak-geriknya, meski dia tak bilang apa pun. Inilah beberapa tanda cewek sedang terluka, semoga cowok lebih peka ya.

“Boleh.”

Biasanya dia senang bercerita. Pokoknya semua hal bisa jadi cerita yang menarik. Belum lagi hobinya mengomel dan protes soal ini itu juga. Tapi mendadak dia jadi lebih diam daripada biasanya. Omelannya mulai jarang terdengar, dan sikapnya pun jauh lebih tenang. Coba ingat-ingat lagi, apakah kamu mengatakan sesuatu yang salah? Bisa jadi karena dia tersinggung, atau sekadar takut kamu salahkan lagi dengan sikapnya yang biasa.

“Kok tumben kamu nggak ngomel-ngomel aku datang telat?”

Senyum dan tawa tidak selamanya menandakan absennya luka. Justru senyum dan tawa adalah tameng yang sering dipakai perempuan untuk menyembunyikan isi hatinya. Biasanya dia kesal-kesal-senang dan bilang “Iiih apa siih?? Garing banget tauk!” saat digombali, lalu mendadak hanya merespons dengan senyum atau tertawa, pasti ada sesuatu yang mengganggunya.

Perhatikan gerak-geriknya saat bersamamu. Ketika sedang kesal luar biasa, atau tersakiti hatinya, cewek mungkin akan sebisa mungkin menghindari kontak mata. Selain karena tak ingin melihatmu secara langsung, mata adalah jendela hati. Terkadang mata tidak bisa berbohong, dan dia takut kamu tahu hatinya sedang terluka saat kalian bertatap mata. Tatapan mata juga bisa memancing emosi. Dia takut tak bisa menahan diri dan menangis bila menatap matamu saat hatinya sedih.

“Oke.”

Cewek yang mandiri dan apa-apa bisa sendiri memang keren. Tapi bila terjadi secara mendadak dengan perubahan drastis, tentu ada pemicunya. Apalagi bila dia selalu menolak saat kamu ingin mengantarkan atau memintanya bercerita tentang kegiatan barunya ini. Seolah dia sedang mencari kesibukan yang tidak melibatkanmu. Mungkin saking kesalnya, melihatmu saja bisa membuat perasaannya memburuk. Wajar kalau kemudian dia menghindarimu.

“Nggak usah, Yang. Aku lama bulu tangkisnya.”

“Sayang, aku main ke rumahmu ya?”

“Apa?”

“Yang, kamu tahu bedanya pemilu sama kamu?”

“Aku mau pergi.”

Meski sering enggan mengungkapkan dalam bentuk kata-kata, cewek biasanya lebih ekspresif. Tanda hatinya terluka atau tersinggung seharusnya mudah dipahami, karena karakternya khas sekali. Coba deh ingat-ingat lagi, kamu buat salah apa selama ini. Kamu juga bisa mengajaknya ngobrol dan memancingnya untuk mengungkapkan apa yang membuatnya terluka. Siapa tahu ada kesalahan yang luput kamu perhatikan.