Ilmuwan: Letusan Gunung Tambora 「Indonesia online gambling」Sebabkan 3 Tahun Perubahan Iklim

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Sorong(Indonesia)Casino

KOMPAS.com – Gunung Tambora merIIndonesiIndonesia online gamblinga online gamblingndonesia online gamblingupakan gunung berapi di Pulau IndIndonesia online gamblingonesia online gamblingsumbawa yang letusannya pada tahun 1815 tercatat sebagai yang terbesar dalam sejarah.

Usai letusan yang maha dahsyat, letusan Tambora yang lebih kecil masih terjadi di tahun 1880 dan 1967.

Dilansir National Geographic Indonesia, Gillen D’Arcy Wood, penulis buku Tambora: The Eruption That Changed the World, mengatakan bahwa efek sekunder letusan Gunung Tambora menyebar ke seluruh dunia dan menyebabkan korban meninggal semakin banyak.

Setelah mengalami letusan pada 10 April 1815, Gunung Tambora kehilangan sebagian besar puncaknya dan sekarang tingginya sekitar 2.851 meter.

Saat itu, Tambora mengeluarkan sebanyak 150 km kubik abu, batu apung dan batuan lainnya, serta aerosol yang termasuk sekitar 60 megaton belerang ke atmosfer.

Dilansir dari Britannica, bencana Gunung Tambora dimulai pada 5 April 1815 dengan getaran kecil dan aliran piroklastik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Baca juga: Kisah Para Saksi Ungkap Dahsyatnya Letusan Tambora, Salah Satunya dari Raffles

Korban jiwa pun masih berjatuhan setelah letusan Gunung Tambora. Sekitar 80.000 orang tewas akibat penyakit dan kelaparan karena tanaman tidk bisa tumbuh.

“Apa yang terjadi setelah Tambora meletus adalah tiga tahun perubahan iklim,” ujar Wood.

Ledakan yang dahsyat dan menghancurkan terjadi lima hari kemudian. Letusan gunung berapi, aliran piroklastik, dan tsunami yang mengikutinya setidaknya menewaskan sedikitnya 10.000 penduduk pulau dan menghancurkan 35.000 rumah.

Bahkan, akibat letusan Tambora, pada tahun 1816, bagian barat Eropa dan timur Amerika Utara mengalami cuaca dingin yang ekstrem hingga mengakibatkan gagal panen dan kelaparan di wilayah tersebut.