Best Baccarat Betting Method_Roulette gambling_American Lottery_Blackjack Technique_Number of Texas Hold'em Poker

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Sorong(Indonesia)Casino

TOnlOnline betting compOnline betting companyanyine betting companyahun 1950-1960an, CIA melakukan eksperimen yang bertujuan untuk mengendalikan pikiran manusia. Proyek yang dikerjakan oleh Office of Scientific Intelligence ini dilakukan dengan cara menyuntikkan berbagai jenis obat-obatan dan menerapkan tindakan lain untuk memanipulasi pikiran manusia. Bahkan mereka juga menyuntikkan berbagai bahan kimia berbahaya kepada anggota CIA secara diam-diam.

Eksperimen Nazi dianggap kejam dan sadis karena melibatkan ribuan orang demi keperluan medis. Dr. Josef Mengele melakukan percobaan pada ribuan orang kembar. Mereka disuntikkan berbagai zat kimia untuk diteliti secara genetis. Bahkan mereka juga dijahit dengan tujuan untuk menciptakan kembar siam! Pada 1942, ada juga subjek penelitian yang dimasukkan tangki berisi es selama 3 jam. Harapannya agar mereka bisa mengetahui cara menghangatkan kembali tubuh manusia.

Proyek 4.1 diinisiasi pemerintah Amerika Serikat dan dilakukan kepada warganya yang berada di Kepulauan Marshall. Percobaan yang dimulai tahun 1954 hingga beberapa dekade itu memaksa sejumlah warga tinggal di area dengan paparan radioaktif tinggi. Satu dekade pertama berlangsung begitu menyeramkan. Banyak wanita mengalami keguguran dan bayi meninggal. Kalaupun lahir, mereka tumbuh abnormal. Anak-anak juga banyak yang menderita kanker tyroid dan sepertiganya dilaporkan terkena tumor besar pada 1974!

Itulah deretan eksperimen sadis yang pernah dilakukan pada manusia. Kini, sudah sepatutnya kita bersyukur dan berterima kasih pada para pejuang HAM. Berkat mereka, percobaan keji seperti di atas tidak bisa lagi dilakukan karena jika ketahuan bakal diproses secara hukum.

Mendengar kata eksperimen, biasanya ingatan kita langsung tertuju pada peneliti, ilmuwan, atau dokter dengan jubah putih, kepala botak, dan laboratoriumnya. Mereka melakukan rangkaian percobaan untuk menguji coba sesuatu, mengamati suatu proses, demi menjawab sebuah hipotesis. Eksperimen juga sering dilakukan untuk mengenali hubungan sebab-akibat atas sesuatu.

Dalam melakukan eksperimen, kadang ilmuwan juga membutuhkan subjek berupa makhluk hidup. Nggak cuma tumbuhan dan hewan, manusia pun juga sering lo dijadikan subjek penelitian. Namun ternyata, dalam beberapa kasus, penelitian yang dilakukan justru sangat berisiko mengancam nyawa manusia. Terlebih saat hak asasi manusia belum gencar digaungkan seperti di zaman kita hidup sekarang ini. Zaman dulu, manusia lebih rentan dibohongi, ditipu, dan diperlakukan secara tidak manusiawi, dengan dalih untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Nah, kali ini, Hipwee telah merangkum 7 eksperimen tersadis yang pernah dilakukan terhadap manusia. Apa saja ya?

Jepang melakukan ujicoba keji pada puluhan ribu orang Tiongkok dan Rusia dalam Unit 731 di bawah komando ahli bedah, dr. Shiro Ishii. Tujuannya untuk menciptakan senjata biologis atau obat-obatan mutakhir. Orang-orang yang jadi subjek eksperimen di sana biasa diperlakukan dengan sangat sadis, seperti diledakkan pakai granat untuk tahu seberapa kuat efeknya, dibedah tanpa anestesi, disuntikkan virus atau penyakit buat mencari tahu reaksinya pada tubuh manusia gimana, atau diperkosa hingga hamil lalu diinfeksi dengan sejumlah virus berbahaya, agar mereka tahu seberapa kuat penyakit itu berdampak pada janin! Gila ya!

Lauretta berhasil mencatat sejarah eksperimen psikologis paling kontroversial. Ia memberikan terapi ECT (Electroconvulsive) terhadap 100 anak-anak berusia 3-12 tahun yang masih diduga menderita skizofrenia autistik. Mereka disetrum otaknya berkali-kali. Tapi bukannya sembuh atau membaik, sebagian besar subjek eksperimennya justru makin memburuk. Ada yang kehilangan memori, mengalami masalah kepribadian, sulit bersosialisasi, hingga terlibat berbagai tindakan kriminal.

Studi monster dilakukan untuk meneliti fenomena gagap pada 22 anak yatim di Davenport, Iowa, tahun 1939. Mereka dibagi ke dalam 2 kelompok. Kelompok pertama diberi perlakuan manis dengan diterapi untuk membantu kemampuan bicaranya. Sementara kelompok kedua diberi perlakuan negatif dengan dimaki-maki dan dibentak. Mereka yang ada di kelompok dua akhirnya mengalami perkembangan psikologis yang buruk dan tetap gagap hingga dewasa.