Peneli「Baccarat plan」ti Sebut Yoga Tak Efektif Atasi Gangguan Cemas Jangka Panjang

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Sorong(Indonesia)Casino

TBaccarat planBaccarat planetapi, penemuan penelitian tersebut menunjukkan, bahwa yoBaccarat planga aman dan banyak orang dapat mengakses hal tersebut dengan mudah.

"Gangguan kecemasan umum adalah kondisi yang sangat umum, namun banyak yang tidak mau atau tidak dapat mengakses perawatan berbasis bukti," kata penulis utama studi Naomi M. Simon, MD, seorang profesor di Departemen Psikiatri di NYU Langone Health.

CBT kemungkinan memiliki efek pengurangan kecemasan yang lebih kuat dan tahan lama.

Studi tersebut dipimpin oleh para peneliti di NYU Grossman School of Medicine.

Hal ini bisa membantu mengatasi gejala pada beberapa orang yang memiliki gangguan kecemasan, sehingga yoga bisa menjadi alternatif berharga dalam rencana pengobatan.

Hal tersebut terlihat setelah tiga bulan, bahwa CBT dan yoga terbukti jauh lebih efektif untuk mengatasi kecemasan dari pada pengelolaan stress.  

Baca juga: Hadapi New Normal, Jangan Abaikan Rasa Cemas yang Anda Rasakan

Penelitian yang dilakukan pada 226 pria dan wanita dengan gangguan kecemasan umum ini, telah dipublikasikan secara online 12 agustus di JAMA Psychiatry.

Melansir Science Daily, (12/8/2020) sebuah studi baru menemukan bahwa yoga secara signifikan lebih efektif untuk mengatasi gangguan kecemasan umum ketimbang edukasi  manajemsn stres.

Kelompok CBT, yoga Kundalini - atau pendidikan manajemen stres, dan teknik kontrol standar.

KOMPAS.com - Yoga saat ini merupakan praktik populer yang diyakini bisa membantu dan mengobati kecemasan pada beberapa orang, seperti merasa gugup hingga kekhawatiran kronis.

Baca juga: Yoga Masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO

Hasilnya, 54 persen dari mereka yang berlatih yoga memenuhi kriteria respons untuk gejala yang membaik secara bermakna, dibandingkan dengan 33 persen pada kelompok pendidikan stres.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Namun, setelah enam bulan masa tindak lanjut, respons CBT tetap secara signifikan lebih baik daripada pendidikan manajemen stress, sementara yoga tidak lagi secara signifikan lebih baik.

Dari jumlah partisipan tersebut, peneliti membaginya ke dalam tiga kelompok.

Dari mereka yang diobati dengan CBT, 71 persen memenuhi kriteria perbaikan gejala ini.

Namun, yoga tidak efektif sebagai terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioral therapy (CBT) - terapi bicara terstruktur, yang bisa membantu pasien mengidentifikasi pemikiran negatif untuk memberi respons yang lebih baik terhadap tantangan.