Indonesian Baccarat_Football Handicap Analysis_Macau Baccarat Website

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Sorong(Indonesia)Casino

Di Baccarat experiencebBaccarat experienceeberapa neBaccarat experiencegara Skandinavia seperti norwegia dan Swedia, menerapkan sistem penjara yang sama sekali berbeda dengan penjara kebanyakan. Tahanan diberikan fasilitas nyaman dan kegiatan yang sangat bermanfaat. Meskipun terpisah dari keluarga dan tinggal bersama pelaku kriminal lain, mereka tidak tinggal dibalik jeruji besi. Melainkan di sebuah pulau yang kegiatan sehari-harinya harus mereka kelola sendiri.

Sementara pada kasus turis asing dan penduduk Bali ini, si korban memilih memaafkan bahkan memberikan uang. Sebenarnya dari kebaikan memaafkan dan memberikan hadiah, harapannya si pencopet akan tergerak hatinya. Sadar dengan sendirinya bahwa perbuatannya salah, dan bersyukur banget kenapa ada orang baik yang memaafkannya. Konon, kebaikan itu menular. Tapi apakah si pencopet tadi tidak akan berbuat usil lagi? Itu juga tidak ada yang menjamin sih.

“Kami harapkan bisa ketemu dengan pelaku, lalu buat surat pernyataan, dan jadi duta pelestari edelweis. Prinsipnya bagaimana mengubah dari orang yang tak peduli menjadi peduli,” kata Agus kepada Kompas pada  Sabtu (22/7/2017).

Belum lama ini bahkan ada Duta Pelestarian Edelweiss yang diberikan tanggung jawab oleh Taman Nasional Gunung Rinjani. Banyak netizen yang kecewa dengan hal ini karena sebelumnya mereka adalah oknum pendaki yang merusak bunga Edelweiss yang seharusnya dihukum pidana. Hampir sama dengan pencopet dan turis asing yang kemudian memaafkan pelaku, sebenarnya yang dilakukan oleh pihak Taman Nasional Gunung Rinjani juga senada. Ingin memberikan efek jera dengan cara yang berbeda. Meskipun memang ini nggak cuma-cuma, para pelaku sudah di-blacklist untuk pendakian Rinjani dan harus dipertemukan dengan pihak TNGR untuk diberi pengarahan dan penyuluhan.

Sama juga dengan kasus Duta Pancasila, artis Zaskia Gotik yang kedapatan menghina Pancasila di sebuah acara TV diberikan ‘ganjaran’ menjadi Duta Pancasila.

Jika ingin membuat musuhmu gila, yang harus kamu lakukan hanyalah memaafkan. Ungkapan itu mungkin benar adanya jika melihat kejadian viral baru-baru ini terjadi lagi. Kamera amatir berhasil menangkap sebuah kejadian dimana seorang wanita tertangkap basah telah mencopet dari seorang turis asing di Bali. Awalnya wanita ini diinterogasi dan mengaku mencopet karena membutuhkan uang untuk membeli bensin, warga yang menginterogasinya pun menyita KTP-nya dan hendak memperkarakan ini ke polisi. Yang mengejutkan, turis asing yang menjadi korban pencopetan justru memaafkannya dan memberikan wanita tersebut uang untuk membeli bensin.

Memberikan efek jera dengan memaafkan dan fokus terhadap perbaikan moral memang merupakan hukuman-hukuman yang sulit terpikirkan oleh kita. Kebanyakan pasti lebih memilih menghukum seberat-beratnya atas kesalahan yang diperbuat. Di satu sisi, ini menjadi sebuah cara lain yang bisa diterapkan ketika hukuman sudah tidak mempan. Seperti tahanan residivis yang bolak-balik masuk penjara karena proses hukum tidak membuatnya jera. Tetapi di sisi lain, siapkah masyarakat kita menerima kebaikan dari orang lain atas kesalahan? Jika tidak siap, hal semacam ini justru akan jadi boomerang. Akan lebih banyak lagi yang berbuat salah karena tahu pasti akan dimaafkan. Yuk bagikan pendapatmu di kolom komentar!